Ogan Ilir - Anggota DPRD Ogan Ilir mendesak polisi menuntaskan antrean truk antre di SPBU yang hingga kini terus terjadi, antrean kendaraan pengisi bahan bakar khususnya solar, terjadi hampir di seluruh SPBU wilayah Ogan Ilir.
Selain mengakibatkan kemacetan, antrean panjang kendaraan truk dapat menimbulkan kecelakaan lalu lintas.
“Belum lama ini ada anak SMA bawa motor, meninggal kecelakaan karena menabrak truk antre BBM di Pemulutan. Polisi harus segera tuntaskan persoalan ini,” kata anggota DPRD Ogan Ilir dari Fraksi NasDem, Rizal Mustopa kepada wartawan di Indralaya, Kamis (17/9/2026).
Ia menyebut antrean kendaraan apalagi saat malam, sangat membahayakan keselamatan pengendara lain.
“Kalau malam itu kan kadang ada jalur yang tidak ada penerangan. Ketika kendaraan berhenti di jalan gelap, itu bahaya bagi orang lain karena gelap,” ujar Rizal.
Anggota DPRD Ogan Ilir dari Fraksi PDIP, Amir Hamzah meminta polisi menindak tegas jika ada pihak yang terbukti menimbun BBM jenis Solar.
Amir mengaku simpati terhadap para sopir truk yang rela antre Solar hingga belasan jam.
“Kan sudah ada dasar hukumnya. Kalau terbukti bersalah, langsung penjarakan. Ini (akibat antrean kendaraan) kasihan para sopir,” pinta Amir Hamzah.
Sementara polisi masih memburu sopir truk yang terlibat kecelakaan maut di Jalan Lingkar Selatan Pemulutan, pada Senin (14/9/2026) lalu.
Kasat Lantas Polres Ogan Ilir Iptu Dede Supria Yovi mengatakan, sudah ada sejumlah saksi yang diperiksa.
“Kami terus melakukan penyelidikan dengan mengejar pelaku tabrak lari,” kata Dede dihubungi terpisah.
Diungkapkan Dede, kronologi kecelakaan berawal ketika dua pengendara sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi BG 6896 JBJ melaju dari arah Simpang Nilakandi menuju Jakabaring.
Begitu melaju di TKP, sepeda motor mendahului dump truk dari sebelah kiri.
“Hasil olah TKP, diduga stang kanan motor menyenggol truk. Akibatnya, dua pengendara terjatuh, Pengemudi sepeda motor meninggal dunia, ” terang Dede