AGUNG POST NEWS

11 Oktober 2025

Dukung Program PAUD di Ogan Ilir, Ketua TP PKK Ogan Ilir Resmi di Kukuhkan Sebagai Bunda PAUD

Ogan Ilir, "Ap News" Online - Siap Dukung Penuh Program PAUD di Tingkat Kabupaten Ogan Ilir Bunda PAUD OI Ibu Tikha Alamsjah Panca Wijaya Resmi Dikukuhkan

Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar S.H M. Si M.I.Kom Bersama Bunda PAUD Ogan Ilir Ibu Tikha Alamsjah Panca Wijaya, B.A (Hons) dan Kepala Perangkat Daerah Terkait Hadiri Pengukuhan Bunda PAUD Provinsi dan Kabupaten/Kota serta Pengukuhan Pokja Bunda PAUD Provinsi Sumatera Selatan bertempat di Griya Agung Palembang.

Gubernur Sumsel H. Herman melantik langsung Bunda PAUD Provinsi Sumatera Selatan, Ibu Febrita Lustia Herman Deru. 

Dilanjutkan Bunda PAUD Provinsi Sumatera Selatan, Ibu Febrita Lustia Herman Deru Melantik Bunda PAUD Ogan Ilir Ibu Tikha Alamsjah Panca Wijaya, B.A (Hons) bersama Bunda Paud Kab/Kota se-Sumatera Selatan.

Acara ini dibuka langsung oleh Gubernur  Sumsel H. Herman Deru "Bunda PAUD adalah figur inspiratif yang menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat dalam memastikan setiap anak mendapat hak pendidikan yang layak sejak usia dini.” Ujarnya

Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan layanan PAUD yang holistik dan integratif.

“Kita ingin anak-anak tumbuh tidak hanya cerdas, tapi juga sehat, bahagia, dan berkarakter. Untuk itu, kerja sama Bunda PAUD dengan berbagai pihak harus terus diperkuat." Tambahnya

Bunda PAUD Ogan Ilir Ibu Tikha Alamsjah Panca Wijaya mengatakan "Siap untuk mendukung penuh program-program PAUD Provinsi Sumsel di tingkat Kabupaten Ogan Ilir."

“Kami siap bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk pendidikan anak usia dini dan memastikan setiap anak di Kabupaten Ogan Ilir mendapatkan layanan PAUD yang berkualitas dan terjamin." Ungkapnya

09 Oktober 2025

Representasi Perempuan Dalam Media

Oleh 
M.Rizky Syahrer Syahputtra dan Isnawijayani
Mahasiswa dan Gurubesar ilmu Komunikasi Universitas BinaDarma

Citra perempuan hingga saat ini tetap berkisar pada wilayah subordinatnya. Masyarakat memaknai eksistensi perempuan masih  pada wilayah realitas fisik perempuan  saja.   Begitupun dalam keseharian kehidupan kita yang diberondong oleh produk-produk yang diarahkan terhadap kaum perempuan sebagai target media terbesar.  Sebab media-media patriarki berpikir bahwa iklan atau tayangan-tayangan televisi lainnya akan terasa hambar dan kehilangan segi estetikanya bila tidak menyisipkan objek perempuan. Seakan-akan perempuan sangat dituntut untuk menjadi seorang perempuan modern berparadigma feminis
Dari tahun ke tahun stereotip perempuan terus dicap sebagai hal yang negatif dan menjadi objek seksual contohnya seperti di iklan televisi,perfilman,dan hingga saat ini dengan beredarnya konten konten dalam media sosial,atas semua yang telah terjadi posisi mereka jadi dianggap  remeh dan dianggap lemah, bagi sebagian komunitas sosial, sehingga menimbulkan efek buruk bagi mereka dalam kehidupan,yang padahal martabat mereka itu juga begitu penting 
            Hal inilah yang kemudian membuat pihak wanita menjadi pihak yang dirugikan dalam banyak hal. Dengan adanya sistem patriarki banyak wanita yang tidak mendapatkan hak nya sebagai wanita, banyak wanita yang tidak dapat melakukan apa yang mereka inginkan. Banyak penindasan dan juga kekerasan yang terjadi akibat hal ini, pria merasa memiliki hak superior di atas wanita yang berhak untuk melakukan perbuatan tidak adil, karena memang sudah sedari dulu, patriarki tidak pernah hilang dan terus turun menurun ke generasi selanjutnya. Wanita dianggap tidak memiliki hak untuk dirinya sendiri.
Seperti contoh, dalam kasus pelecehan seksual seringkali kita menjumpai wanita yang disalahkan dalam hal tersebut. Terlebih di forum-forum media sosial, tidak sedikit pihak laki-laki yang malah menyalahkan cara berpakaian perempuan. Bukankah kita memiliki hak bebas? Bebas berbicara, bebas berpendapat, bebas mengekspresikan diri dan tentunya bebas berpakaian. Lalu hal kecil seperti pemilihan ketua kelas dalam lingkup sekolah, selalu saja Laki-laki yang diberi kesempatan pertama dalam pemilihan. Kenapa tidak disetarakan saja? Toh entah perempuan atau laki-laki sama saja.


            Terlebih peran Media yang mustinya dapat menyokong pergerakan Feminisme malah berbalik dan membuat kemunduran. Hal ini dapat kita lihat bagaimana Televisi menggambarkan sosok Perempuan. Seringkali Kita temui dalam Iklan, Sinetron, bahkan Acara keagamaan yang disiarkan di Televisi memposisikan Perempuan sebagai Objek yang dapat di Eksploitasi. Kemudian dengan kekuatan Media yang menyebar dengan Cepat dan Efektif hal ini menimbulkan Stigma dan Stereotype yang Buruk dan Lemah mengenai Perempuan.
           Dengan demikian, dapat disimpulkan meskipun sudah banyak pergerakan Wanita-wanita hebat yang berperan dalam memberantas budaya Patriarki ini, tetap saja masih banyak pemikiran-pemikiran yang tersisa dan tumbuh dari generasi ke generasi. Oleh karena itu, kita sebagai penerus bangsa, baik Laki-laki ataupun Perempuan sebaiknya menanamkan pola pikir kesetaraan gender dan menanamkan ke generasi yang akan datang agar hal-hal meresahkan seperti diatas tidak akan terulang di masa depan. 
           


      

       

Bupati Ogan Ilir Buka Pelatihan dan Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Kader PKK dan Posyandu Se-Ogan Ilir

Ogan Ilir, "Ap News" Online - Bupati Ogan Ilir, Panca Wijaya Akbar didampingi Ketua TP PKK Ogan Ilir, Ibu Tikha Alamsjah Panca Wijaya, B.A. (Hons), Ketua DWP Ogan Ilir, Ibu Hj. Rosmalinda Muhsin, serta jajaran Kepala Perangkat Daerah terkait, secara resmi membuka kegiatan *Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kader PKK dan Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu Berbasis 6 Bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM). Kegiatan ini digelar di Pendopoan Rumah Dinas Bupati Ogan Ilir pada Rabu (09-10).

Dalam sambutannya, Bupati Panca menegaskan bahwa Kabupaten Ogan Ilir berkomitmen untuk memperkuat peran Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat, dengan mengacu pada Permendagri Nomor 13 Tahun 2024. Regulasi ini mengarahkan agar pelayanan Posyandu tidak hanya fokus pada aspek kesehatan, tetapi juga terintegrasi dengan enam bidang SPM lainnya: **Kesehatan, Pendidikan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Ketenteraman dan Ketertiban Umum serta Perlindungan Masyarakat, dan Sosial.**

â€Å“ Melalui integrasi enam bidang ini, Posyandu diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih komprehensif, efektif, dan berdampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat, " ujar Bupati.

Sebagai bagian dari strategi implementasi, Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir juga aktif melakukan sosialisasi secara langsung ke lapangan, serta membentuk Tim Pembina Posyandu mulai dari tingkat kabupaten hingga desa, guna memastikan efektivitas pelaksanaan program 6 SPM ini.

Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan pembagian hadiah bagi para pemenang lomba yang diselenggarakan oleh PKK. Acara dilanjutkan dengan sesi sosialisasi dan diskusi interaktif bersama narasumber dari berbagai bidang terkait, sebagai sarana penguatan kapasitas dan pemahaman para kader.

Bupati Ogan Ilir Hadiri Rapat Koordinasi Pertahanan dan Tata Ruang Bersama Gubernur Sumsel

Ogan Ilir, "Ap News" Online Bupati Ogan Ilir, Panca Wijaya Akbar didampingi Perangkat daerah terkait. Menghadiri Rapat Koordinasi Pertahanan dan Tata Ruang di Provinsi Sumatera Selatan bertempat di Ruang VIP Sriwijaya 2 Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Lantai 2, Talang Betutu, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang, Kamis (09-10).

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menggelar Rapat Koordinasi Forum Penataan Ruang Provinsi Sumatera Selatan. Rapat ini bertujuan untuk meningkatkan penyelarasan antara rencana pembangunan daerah dan rencana tata ruang wilayah di Sumatera Selatan. Rapat ini di pimpinan langsung oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid bersama gubernur Sumatera Selatan Bapak H. Herman Deru, S.H., M.M. dan di hadiri Kepala daerah se-Sumatera selatan 

Rakor berlangsung interaktif, dengan masing-masing kepala daerah diberi kesempatan menyampaikan persoalan yang dihadapi di wilayahnya.Beberapa isu penting dibahas dalam rakor tersebut, salah satunya keberadaan HGU (Hak Guna Usaha) yang masa berlakunya telah habis.

Dalam rapat tersebut, dibahas tentang pentingnya sinkronisasi rencana tata ruang dengan rencana pembangunan jangka panjang dan menengah daerah. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa pembangunan daerah berjalan sesuai dengan rencana tata ruang yang telah ditetapkan dan mendukung kesejahteraan masyarakat.

Bupati Ogan Ilir menyampaikan bahwa rapat ini menjadi wahana penting untuk membahas isu-isu strategis terkait penataan ruang di Provinsi Sumatera Selatan. "Kita harus memastikan bahwa rencana pembangunan daerah selaras dengan rencana tata ruang wilayah untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan," ujarnya.

08 Oktober 2025

Ketua Dekranasda OI hadiri pembukaan pelaksanaan Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha

Ogan Ilir, "Ap News" Online - Ketua Dekranasda Ogan Ilir, sekaligus Ketua PKK Kabupaten Ogan Ilir didampingi Wakil Ketua Dekranasda Ogan Ilir dan kepala OPD terkait mengikuti kegiatan pembukaan pelaksanaan Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) kerjasama Kemendikdasmen dengan Dekranas secara daring di ruang rapat Bupati Ogan Ilir KPT Tanjung Senai, Indralaya, Selasa (07-10).

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Bidang Wirausaha Baru Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Metty Herindra, yang dipusatkan secara luring di pendopoan Bupati Lamongan dan disaksikan secara daring oleh seluruh pengurus Dekranasda se-Indonesia. Melalui Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) ini, disampaikan oleh Metty bahwa diperlukan dukungan penuh dari pemerintah daerah untuk menyerap hasil produk yang dihasilkan oleh anak didik PKW. " Dekranasda Ogan Ilir dikatakan berhasil karena adanya dukungan penuh dari pemdanya dalam mengembangkan dan menyerap serta menyalurkan hasil produksi kain tenun yang dibuat langsung oleh peserta didik PKW Ogan Ilir " tambah Metty dalam sambutannya.

Pelaksanaan Program PKW merupakan program berupa pelatihan bagi anak-anak usia sekolah yang tidak sekolah lagi (ATS) usia 15-25 tahun dan masyarakat umum yang ingin mengembangkan pengetahuan, keterampilan, untuk merintis usaha mandiri dan menciptakan lapangan pekerjaan. Program ini adalah kerjasama antara Kemendikdasmen dengan Dekranas. Pada tahun ini, kegiatan Program PKW mengusung tema Semangat Membangun Kompetensi, Melestarikan Budaya, Menumbuhkan Wirausaha Mandiri.

" Adalah peran pemerintah untuk menyiapkan generasi muda yang terampil dan berdaya saing sekaligus melestarikan budaya nusantara " imbuh Tatang Dirjen Vokasi Kemendikdasmen.

Ditambahkan juga oleh Tikha Alamsjah, " Semoga dengan adanya kolaborasi ini akan menjadi langkah nyata dalam melahirkan para wirausaha muda yang mandiri dan kreatif. Nantinya akan membentuk ekosistem kewirausahaan baik di tingkat Dekranasda maupun di tingkat nasional.

07 Oktober 2025

Bupati Ogan Ilir Tinjau Lokasi Pembangunan Kantor Pengadilan Negeri Ogan Ilir

Ogan Ilir, "Ap News" Online Bupati Ogan Ilir, Panca Wijaya Akbar bersama Ketua Pengadilan Tinggi Palembang, Dr. Herdi Agusten, S.H., M.Hum., serta Ketua Pengadilan Negeri Kayuagung, Guntoro Eka Sekti, S.H., M.H., melakukan peninjauan lokasi yang akan dijadikan sebagai tempat pembangunan Kantor Pengadilan Negeri Ogan Ilir, Selasa (07-10).

Peninjauan berlangsung di kawasan kantor vertikal yang terletak di Desa Tanjung Baru, Kecamatan Indralaya Utara. Lokasi ini direncanakan akan dibangun sebagai pusat pelayanan hukum untuk wilayah Kabupaten Ogan Ilir, guna mendekatkan akses peradilan kepada masyarakat.

Ketua Pengadilan Tinggi Palembang, Dr. Herdi Agusten, menyatakan dukungannya atas rencana strategis ini. Ia menilai, kehadiran kantor pengadilan di Ogan Ilir akan sangat membantu masyarakat dalam mendapatkan keadilan secara cepat, mudah, dan terjangkau. Dengan adanya kantor Pengadilan Negeri di Ogan Ilir, masyarakat tidak perlu lagi bepergian jauh ke Kayuagung untuk mendapatkan layanan pengadilan. Ini akan sangat mempermudah akses dan efisiensi waktu, ujarnya.

Sementara itu, Bupati Ogan Ilir, Panca Wijaya Akbar, menyampaikan bahwa lahan seluas kurang lebih satu hektare telah disiapkan untuk pembangunan tersebut. Ia menegaskan bahwa Pemkab Ogan Ilir sangat mendukung pembangunan ini demi kepentingan masyarakat luas.

Pemerintah daerah menyiapkan lahan sekitar satu hektare untuk pembangunan Kantor Pengadilan Negeri Ogan Ilir. Kami berharap pembangunan ini dapat segera terealisasi dan menjadi bagian dari peningkatan pelayanan hukum kepada masyarakat.

Lebih lanjut, Bupati Panca juga menyampaikan harapan besarnya agar kehadiran kantor ini tidak hanya mempercepat pelayanan hukum, tetapi juga menjadi simbol keadilan yang dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Ogan Ilir. " Harapan kami, kehadiran kantor pengadilan ini tidak hanya sebagai bangunan fisik, tetapi benar-benar menjadi tempat masyarakat mencari keadilan. Semoga menjadi langkah maju dalam membangun sistem hukum yang responsif dan berpihak pada kepentingan rakyat, tambahnya.

05 Oktober 2025

Wakilin Bupati Ogan Ilir, Sekda Muhsin Buka Kegiatan Transformasi Layanan Primer Tahap II

Ogan Ilir, "Ap News" Online - Perkuat Koordinasi Lintas Sektor Sekda Muhsin Membuka Kegiatan Advokasi Kelompok Kerja Operasional Posyandu, Puskesmas, Camat, PKK, dan Mitra dalam rangka Penguatan Pengelolaan Pustu dan Posyandu guna mendukung Transformasi Layanan Primer Tahap II 

Sekretaris Daerah Ogan Ilir H. Muhsin Abdullah didampingi Kepala Dinas Kesehatan OI, Kepala PMD OI membuka Kegiatan Advokasi Kelompok Kerja Operasional Posyandu, Puskesmas, Camat, PKK, dan Mitra dalam rangka Penguatan Pengelolaan Pustu dan Posyandu guna mendukung Transformasi Layanan Primer Tahap II bertempat di Ruang Pertemuan Hotel Parkside’S, Jalan Seroja H6 Ilir Timur I Palembang, Kamis (02-10).

Sekda H. Muhsin Abdullah menyampaikan "Integrasi layanan primer merupakan salah satu fokus utama reformasi sistem kesehatan nasional. Posyandu dan Pustu, sebagai ujung tombak pelayanan dasar, memegang peran strategis dalam mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat. 

" Oleh karena itu, kegiatan advokasi ini menjadi sangat penting. Ini adalah momentum kita bersama untuk menyatukan langkah, menyelaraskan peran antar-sektor, dan memperkuat sinergi lintas perangkat daerah serta mitra pembangunan.

Sekda OI berharap " Melalui kegiatan ini dapat Meningkatkan peran aktif Pokjanal Posyandu dan seluruh pemangku kepentingan, Menguatkan koordinasi lintas sektor, baik antara puskesmas, kecamatan, dan desa/kelurahan Serta Mendorong revitalisasi Posyandu dan optimalisasi fungsi Pustu sebagai bagian dari Integrasi layanan primer.

" agar hasil dari kegiatan ini tidak berhenti pada tataran wacana atau pertemuan formal, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui aksi nyata di lapangan yang berdampak langsung pada kualitas pelayanan kesehatan masyarakat Ogan Ilir. " Harapnya

Acara ini diakhir dengan adanya Penandatanganan Komitmen Bersama Kegiatan Advokasi Kelompok Kerja Operasional Posyandu, Puskesmas, Camat, PKK, dan Mitra dalam rangka Penguatan Pengelolaan Pustu dan Posyandu guna mendukung Transformasi Layanan Primer Tahap II.

Ad Placement

Intermezzo

Travel

Teknologi